Langsung ke konten utama

"Cinta"

OPINI :
Oleh : Alfian Imam Qolyubi

Suatu gugusan Rasa yang tercipta oleh adanya Stimulus-Respon yang diakibatkan oleh terjadinya atau terbentuknya 3 proses antara lain, Hablum Minallah, Hablum Minannas dan Hablum Minal'Alam.

Tidak akan terjadi sebuah Tragedi ataupun Kronologi yang namanya Cinta jika kita tidak pernah menjadi tokoh di kejadian ataupun fenomena diatas dan sebab yang kedua kita tidak bercinta ialah kita ada di dalam ruang hampa yang tak bertuankan rasa. karena memang Hakikatnya Cinta mengisi kehampaan tersebut dan mengubahnya ke titik yang maksimal. dalam cinta kita dituntut untuk memahami sesuatu agar kita bisa terus mencintai dan menghargai sesuatu tersebut dalm arti lain " Falling In Love because Of you" itu ada Alasannya. alasannya apa? ya dengan Pemahaman itu tadi. namun daripada itu pula, Cinta adalah rasa yang baik, yang dapat menunjukkan sebuah kebaikan yang haqiqi, dan Insya allah dapat membawamu ke jalan yang benar.

Sejatinya Cinta tidak hanya terjadi antara sepasang atau beberapa pasang, ataupun persilangan pasang Manusia melainkan sesuatu yang dinamakan cinta , Cinta Kepada Dzat yang menciptakan  Rasa, Asa, Harta, Tahta, Semesta dan Selainnya, Begitupun Kepada sesuatu hal yang bentuknya padat, cair ataupun masih tabu , tak terlihat dan tidak jelas dan itu disebabkan oleh stimulus-Respon itu tadi.

Akhir-akhir ini kita disibukkan dan digemparkan oleh adanya kabar "Hancurnya toleransi antar umat, suku, ras, agama", Dsb., "Tidak menghargai perbedaan" dsb., "Kebhinekaan yang mulai Runtuh", dsb. Hakekatnya itu semua terjadi karena kita seringkali menikmati kehampaan berfikir, kehampaan menganalisis, kehampaan memahami, yang akhirnya kita sulit untuk bercinta, dicintai ataupun mencintai. karena Itu kita sangat gampang terprovokasi dan menghindar dari Cinta.

tidak hanya itu banyak fenomena yang akhirnya berhubungan dengan Cinta, salah satunya ialah Memburukkan Diri demi Cinta, (Pemburukan Diri atau "BAD"isasi), Hamil diluar nikah karena Cinta, Memakai Narkoba karena Cinta, melakukan Kejahatan karena Cinta dsb. mereka yang melakukan hal-hal diatas jelas masih belum bisa bercinta dengan baik, dan masih ada di satu titik yakni "Hampa Akan cinta". atau Terisinya rasa Belum maksimal yang akhirnya mereka belum memahami tentang bagaimana Baiknya suatu Rasa yang biasa kita sebut dengan Cinta itu sendiri.

#SalamVCC

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepakbola Dalam Bingkai Kebhinnekaan (Perspektif Supporter Bola Nasional)

Akhir-akhir ini energi kebangsaan kita terkuras oleh wacana intoleransi dan Kebhinnekaan serta peristiwa yang berkaitan dengan hal itu, terbukti dengan adanya pihak-pihak tertentu yang secara langsung menjelek-jelekkan pihak yang lain, alih-alih atas nama agama dan perbedaan suku. Hal ini dibuktikan dengan adanya peristiwa yang dikenal dengan Aksi 411, 212, serta Festival Bhinneka Tunggal Ika, yang saya rasa, aksi-aksi itu disebabkan karena gagal pahamnya sebagian masyarakat terhadap makna kebhinnekaan itu. Berkisar Rentang Waktu 4 Bulan dari bulan November 2016 sampai Februari 2017 perihal Intoleransi dan Kebhinekaan menjadi sebuah pembicaraan yang trendy bagi kalangan Politisi, Kyai, Ustadz, Youtuber, Intelektualis, bahkan Artis pun tidak mau ketinggalan untuk terus memberikan ide dan gagasan pokoknya tentang Kebhinekaan ini, Kebhinekaan terus disinggung dan jadi sebuah topik yang sangat hangat, Televisi secara langsung seakan-akan menjadi ladang bagi Para Pakar dan Makar untuk menj...

Diskusi Minggu Lalu

Diskusi Bab Pengasuhan Anak : Menurut Al Hadist : 7 Tahun Dibuat Raja, 7 Tahun Kemudian Dibuat Babu, 7 Tahun Dibuat Sahabat. Menurut Psikologi Perkembangan : Penganalisisan Anak Dahulu. Menurut Saya : Otoriter Untuk Perempuan, Dan Demokratis Untuk Perempuan