Langsung ke konten utama

Aktivis Bernada Saat Ia Peka

Berbicara tentang Aktivis, berarti berbicara tentang manusia yang memiliki segelumit nalar kritis di pikirannya dan juga bisa mengimplementasikannya ke dalam kehidupan nyata.
Aktivis disini saya artikan sebagai seseorang manusia yang memiliki gelar akhir dari pendidikan modern yakni Seseorang Mahasiswa.
Setiap manusia mempunyai nalar kritis dan berjiwa aktivis, namun seringkali mereka tidak sadar dan tidak melatihnya. Namun dalam pembahasan ini saya khususkan pada manusia-manusia yang bernama MAHASISWA
Dalam hal kita semua tahu bahwasanya perjalanan akhir dari sebuah pendidikan modern, kita akan mendapatkan gelar Mahasiswa, sebelum-sebelumnya Kita adalah seorang siswa, dan kebanyakan siswa itu masih labil dan masih belum bisa mengontrol emosi kritisannya, sebab  saat kita masih bernama siswa kita dibatasi dalam melakukan aktivisasi dan menambah nalar kritis kita, kita juga tidak dilatih peka pada keadaan, sehingga apapun yang terjadi kita diajarkan untuk terus belajar. Dan  yang kita pelajari sudah diatur oleh kurikulum.
Akhirnya kritisasi batal terwujud di SD - SMA.
Berlanjut dari hal tersebut, kita masuk ke ranah perkuliahan, di perkuliahan baru kita bisa menambah nalar kritis kita. Mengapa.? Diperkuliahan kita mencari leluasa mencari sumber, referensi dsb.
Dari hal tersebut kita dilatih bagaimana caranya memanajemen ilmu kita dan nalar kita, di perkuliahan juga sangat sering dosen memberikan tugas presentasi jadi mahasiswa di ajarkan untuk bagaimana berargumentasi dan bersosialisasi di depan publik.
Di ranah perkuliahan juga kita tidak luput dari Organsasi Intra maupun Ekstra.
Intra disini adalah organisasi yang dinaungi oleh kampus, sedangkan ekstra adalah organisasi yang tidak dinaungi oleh kampus, namun masih eksis dan tetap ada di ranah kampus sampai sekarang layaknya seperti ORDA (Organisasi Daerah) dan Organisasi yang berdialektika Layaknya PMII, HMI, KAMMI, GNMI, Dsb.
Di setiap organisasi Intra dan Ekstra tersebut kita dapat menambah keaktivisian kita. Karena saat di perkuliahan. Kita memiliki hak dan kewajiban, kewajiban kita ialah mengikuti aturan-aturan Perkuliahan, dan hak kita adalah mendapat ilmu yang banyak di Perkuliahan. Jadi kesimpulannya aktivis itu ialah Mahasiswa yang tidak hanya aktiv di dalam perkuliahan saja, namun mereka peka terhadap suatu keadaan yang menurut mereka tidak sesuai dengan nalar kehidupan mereka. Dan akhirnya mereka terpaksa melakukan sebuah pergerakan.
Karena seorang aktivis adalah orang yang mengerti tentang Resiko, Beban, Permasalahan Dan Tanggung Jawab.
Mungkin itu ya celotehan dari saya, celotehan tak bermakna, namun berasal dari pemikiran sendiri. Jika ada sesuatu yang tidak jelas. Mari berdiskusi dengan saya. Hehe
#AnakRumahan
#PengenJadiAktivis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al - Furqon : 74

Nih Gw Share Doa Untuk Lo Para Jomblowers Tapi Niatnya Jgan Untuk Pacaran, Tapi Untuk Kawin : بسم الله ارحمن ار حيم  والذين يقولون ربنا هب لنا من از واجنا وذريتنا قرة اعيون وجعلنا للمتقين اماما (الفرقان : 74) (Bismiilahirrohmanirrohim , Walladzina Yaquluna Robbana Hab Lana Min Azwajina Wa Dzurriyatina Qurrota A'yuniw Waja'alna Lilmuttaqina Imama) Artinya : Dan Orang-Orang yang berkata, "Ya Tuhan Kami, Anugerahkanlah Kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebag...

Alasan Seseorang Takut Melakukan Sebuah Tindakan.!

Ketakutan seseorang untuk melakukan sebuah tindakan, seperti perubahan, perbaikan dsb. yang pertama adalah pembawaan dan doktrinan dari keluarga yang memberikannya sebuah ajaran yang keras, namun hal itu tergantung fikiran anaknya saja yang menangkapnya seperti apa, namun hal ini saya contohkan pada yang saya lihat selama ini, dan yang saya rasakan sendiri, hal seperti itu ada relasinya dengan perkembangan kognitif yg dimiliki anak, tentunya dari itu kita bisa mendoktrin dan memiliki sebuah peranan vital bagi anak kita, mau dikemanakan dan dituju kemanakah anak kita. dan hal yang kedua yang mampu memicu ketakutan seseorang untuk berbuat tindakan adalah lingkungan sekitar, kenapa.? lingkungan sekitar yang monoton, dan cenderung Tradisional dan relatif malas untuk menerima pengaruh yang baik ataupun buruk, mampu memberikan doktrinan takut pada tindakan seseorang, karena mereka telah menjadikan kemotonannya itu sebagai budaya, dan hal itu menjadi tameng besar bagi seseorang untuk memb...

Diskusi Minggu Lalu

Diskusi Bab Pengasuhan Anak : Menurut Al Hadist : 7 Tahun Dibuat Raja, 7 Tahun Kemudian Dibuat Babu, 7 Tahun Dibuat Sahabat. Menurut Psikologi Perkembangan : Penganalisisan Anak Dahulu. Menurut Saya : Otoriter Untuk Perempuan, Dan Demokratis Untuk Perempuan